Oleh: Irwan Dwi Kustanto
Menggali rindumu sepanjang pematang hayatku
Tolehkan malam pada jari-jari yang menggulung
Entah dalam kelam ataupun cahaya rembulan
Aku hanya berpusara
Pada dalamnya tanah basah
Pada batu hitam
Pada daun rumput kering
Usah menghela atau menghembus nasib
Akan birunya laut
Akan hijaunya belantara
Akan sepimu yang mendengar
Kusertakan resah memburu terus
Menjalani hari-hari tanpa senyummu
Menggurati keakuan tanpa dagumu
Meruntuhkan keinginan sesatku tanpa air matamu
Pilu
Membujur kaku pada gundah
Dan temaramnya senja kota-kota tua, dukaku
Amat perih
Melanda, risaupun menepi
Engkau berjalan pada hitungan
Pedih dan aku hanya bisa memejamkan mata, untuk selalu Mencintaimu
Abstrak

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar