Oleh: Irwan Dwi Kustanto
Di ujung jalan itu
Disudut kelokan gunung Sahari
Bajumu basah, hujan menggerimis
Wajahmu yang tua oleh debu kota
Terlarut dalam pemburuan yang tak akan pernah selesai
Mengejar bayang-bayang pencakar langit
Lalu jatuh, terinjak kelokan trotoar yang kian mengering
Aku rindu menyapanya kembali
Diujung jalan itu selalu saja senyummu memburu
Memburu aku yang rindu
Untuk berlalu
Untuk membatu
Dan untuk menyebut-nyebut namamu
Abstrak

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar