Oleh: Siti Atmamiah
Sementara pohon turi merapat
Daun dan bunganya menyentuh
Butiran angin yang hendak bersembunyi
Manisku, ini bukan rumah atau beranda
Melainkan setumpuk batu bata yang gelisah
Raut wajahmu memancarkan cahaya
Matamu matahari sore
Begitu engkau berkata-kata
Bunga turi tak pernah lupa meninggalkan aromanya
Takkan ada beda
Batu-batu ataupun rumah kaca
Bila hadirmu ada
Kutahu cinta cukuplah memejamkan mata
Abstrak

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar