Oleh: Irwan Dwi Kustanto
Saat pelangi jatuh dikeningmu
Hidupku menggeliat
Jangan pejamkan matamu, biarkan cahayanya berbisik
Menembusi gunung-gunung resahku
Menyelami lautan gelisahku
Dan membakar hutan-hutan emosiku yang rapuh
Nona mia, sungguh kutahu
Mencintaimu adalah kehidupan sabana saat gerimis datang
Aku ingin tinggal pada ilalang yang
Sepoi-sepoi mengalir lembut embun rindumu
Dari duri kaktus; begitu hening
Desahmu adalah kicau kenari yang malu, begitu syahdu
Saat pelangi pulang,
Aku akan bertebaran
Dalam sabana dalam gerimis dalam duri kaktus
Dan dalam kicau kenari, dengarkanlah,
Aku mencintaimu
Abstrak

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar