Oleh: Irwan Dwi Kustanto
Saatku terbangun, matahari telah lelah bersinar
Ketimur ataupun kebarat siapa peduli
Malah diam menghantui
Seperti bayangan berlalu,
Acuh dan menghilang
Nelangsaku tentukan hari, sepi
Membuat sisi pagimu diantara harapan dan kenyataan
Saat kau pergi matahari enggan tenggelam
Menyisihkan sedikit rindu yang hampir terbuang
Menyisir satu-persatu kenangan
Pada batu
Pada awan
Pada lengan
Pada dagumu yang akan hilang
Bersama malam dan semuanya nilai hadirmu
Saatku sadar engkau telah pergi
Meninggalkan garis-garis dan guratan sejarah
Diam namun penuh makna
Tersembunyi dibalik semua ruang batinku
Terus diam, jangan menjadi
Aku terima air mata ini sebagai tanda aku bahagia
Bahagia saat menetes
Bahagia saat mengalir
Dan bahagia saat kuselesaikan tangisku pada namamu
Abstrak

Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar